Sad Girls oleh Lang Leav - Review Buku

Sebenarnya, saya sendiri juga tidak terlalu tertarik untuk membaca atau menonton kisah-kisah romantis. Terlebih kalau baca, saya jarang banget hehe (bisa dihitung jari). Nah, tapi kali ini saya mau coba review buku yang baru-baru ini saya baca, kind of romantic story, tapi karena bagus, so I think it worth a review.

Sad Girls yang diterbitkan pada tahun 2017, merupakan karya penulis asal Australia, Lang Leav. Lang Leav sendiri sudah banyak menelurkan karya-karya sebelum novel ini yang sudah terkenal, beberapa diantaranya adalah Love and Misadventure (puisi), The Universe of Us (puisi), Memories (puisi), dan Lullabies (puisi).

Sad Girls, menyajikan cerita yang menarik. Sad Girls bercerita mengenai adanya seorang anak yang bernama Ana, yang bunuh diri. Cerita novel ini bukan hanya membahas mengenai mengapa Ana bisa bunuh diri? Atau bagaimana Ana bunuh diri? Cerita ini lebih berpusat kepada orang-orang di sekitar Ana, yang ikut terpengaruh setelah kematian Ana. Tokoh utama cerita ini adalah Audrey. Diawali dari sebuah kebohongan, Audrey tak menyangka bahwa kebohongan yang menurutnya itu, 'kecil', menyebabkan kematian Ana. Audrey yang menyadari mengenai kesalahannya, mulai mengalami gangguan panic attacks. Kebohongan Ana telah menuntun Audrey pada peristiwa-peristiwa yang tak ia sangka akan terjadi di hidupnya.

Saya tertarik untuk membaca novel ini setelah melihat sinopsisnya, karena cerita ini mengangkat mengenai bunuh diri (which become a really booming issue, recently). Dan, yang saya suka adalah karena cerita ini tidak melulu berpusat pada yang 'bunuh diri'. Tetapi mengenai bagaimana dampaknya bagi orang-orang di sekitarnya. Kisah Audrey yang berusaha untuk mencari dirinya dan keluar dari kebohongan yang ia buat selama ini dikemas dengan apik. Begitu pula dengan karakter lainnya, seperti Rider dan teman-teman Audrey. Sad Girls membawa kita ke masa lulus sekolah menengah atas, saat kita mulai mencari jati diri dan mulai mengejar mimpi. Romantisme yang terjadi antara Audrey dan Rider juga sangat menarik. Audrey bertemu dengan Rider di hari dimakamkannya Ana. Rider merupakan kekasih Ana. Tak disangka, ternyata Audrey dan Rider merasa ada kecocokan satu sama lain. Audrey pun bimbang dan bingung atas perasaannya, karena Rider adalah kekasih Ana dan Audrey pun sudah memiliki kekasih. Hubungan Audrey dan Rider menurut saya sangat romantis, hehe. I never thought that human could have such deep relationship, like Audrey and Rider.

Novel ini merupakan salah satu novel yang patut anda baca apabila anda tertarik untuk mencari novel romantis yang tidak biasa. Meskipun novel ini belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, anda dapat membeli novel versi bahasa Inggrisnya di toko buku seperti Kinokuniya, atau periplus. Selamat membaca. Write your thoughts about it in the comment section :)

Luv <3

Comments

Popular Posts